BerandaBlogBulan Baik untuk Menikah Menurut Islam & Meluruskan Mitos Pantangan Menikah di Bulan Suro
Edukasi Finansial

Bulan Baik untuk Menikah Menurut Islam & Meluruskan Mitos Pantangan Menikah di Bulan Suro

Kupas tuntas pandangan Islam mengenai bulan dan hari baik untuk melangsungkan pernikahan. Keutamaan menikah di bulan Syawal, Dzulhijjah, serta meluruskan mitos pantangan bulan Suro.

Tim Editorial Give Luve

Islamic Studies & Family Values Specialist

2026-09-073 menit baca
Bagikan:WhatsAppX (Twitter)

Dalam kehidupan bermasyarakat di Indonesia, calon pengantin muslim seringkali dihadapkan pada berbagai pantangan kultural yang turun-temurun. Salah satu pertanyaan yang paling sering diajukan kepada para ulama dan penghulu KUA adalah: "Apakah ada bulan tertentu yang diharamkan atau dilarang untuk menikah, khususnya bulan Muharram (Suro)?"

Untuk memberikan ketenangan hati dan pemahaman yang lurus sesuai syariat, mari kita bedah pandangan Islam mengenai waktu pernikahan, bulan-bulan yang diutamakan, serta akar sejarah mitos bulan Suro!


1. Kaidah Utama Islam: Seluruh Hari dan Bulan Adalah Baik

Dalam aqidah Islam, tidak ada hari sial, bulan sial, atau waktu pembawa petaka (thiyarah). Keyakinan bahwa waktu tertentu membawa kesialan secara otomatis bertentangan dengan konsep tauhid bahwa segala takdir baik dan buruk berada di tangan Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim:

"Tidak ada penularan penyakit (secara mandiri tanpa izin Allah), tidak ada kesialan (thiyarah), tidak ada burung hantu (yang membawa pertanda buruk), dan tidak ada kesialan pada bulan Shafar."

Oleh karena itu, secara hukum fiqih, menikah sah dan boleh dilakukan di bulan apa pun, baik di bulan Muharram, Safar, Rajab, Syaban, Ramadan (di luar jam puasa), Syawal, maupun Dzulhijjah.


2. Bulan-Bulan yang Memiliki Keutamaan Khusus dalam Sunnah

Meskipun semua bulan adalah baik, terdapat beberapa bulan yang memiliki nilai historis dan keutamaan sunnah bagi umat Islam:

A. Bulan Syawal (Sunnah Utama Pernikahan)

Bulan Syawal merupakan bulan yang paling dianjurkan (mustahab) untuk menikah. Pada zaman jahiliyah, masyarakat Arab kuno beranggapan bahwa menikah di bulan Syawal membawa sial (thasya'um).

Rasulullah SAW sengaja mematahkan mitos jahiliyah tersebut dengan menikahi Sayyidah Aisyah RA di bulan Syawal dan membina rumah tangga pertama kali di bulan Syawal pula (HR. Muslim).

B. Bulan Dzulhijjah / Dzulkaidah (Bulan-Bulan Mulia / Al-Asyhur Al-Hurum)

Termasuk dalam empat bulan yang dimuliakan Allah di mana pahala amal sholeh dilipatgandakan. Di Indonesia, bulan Dzulhijjah (sering disebut Bulan Besar) menjadi bulan favorit utama masyarakat menggelar resepsi pernikahan.


3. Meluruskan Mitos Pantangan Menikah di Bulan Suro (Muharram)

Mengapa sebagian orang tua adat Jawa melarang anak mereka menikah di bulan Suro?

Secara historis, larangan ini berakar dari kebijakan politik dan militer Kesultanan Mataram Islam pada era Sultan Agung Hanyokrokusumo (1613–1645 M):

  1. Fokus pada Upacara Sakral Keraton: Pada bulan Suro, keraton memusatkan seluruh perhatian pada ritual jamasan pusaka, pembersihan batin, dan tirakatan kerajaan.
  2. Menghindari Persaingan Acara: Agar masyarakat tidak menggelar hajatan besar di waktu yang sama dengan hajatan istana.
  3. Momen Mengenang Duka Cita (Bulan Muharram): Di bulan Muharram terjadi tragedi Karbala (gugurnya cucu Nabi, Sayyidina Husein RA), sehingga suasana bulan ini lebih diarahkan pada tafakkur dan doa keselamatan daripada pesta pora.

Jadi, pantangan bulan Suro adalah tradisi adat penghormatan keraton masa lampau, bukan larangan syariat agama Islam.


4. Kesimpulan & Niat Membangun Rumah Tangga Berkah

Kunci utama kelanggengan rumah tangga bukanlah mencari tanggal yang bebas mitos, melainkan:

  • Niat ibadah tulus karena Allah SWT.
  • Restu dari kedua pasang orang tua.
  • Kesiapan mental, spiritual, dan finansial.

💡 Rancang Undangan Pernikahan Penuh Berkah di Give Luve: Bagikan kabar bahagia pernikahan Anda secara elegan menggunakan Give Luve. Tersedia kutipan ayat suci Al-Qur'an (Surat Ar-Rum 21), fitur amplop digital syariah (transfer bank langsung & QRIS tanpa potongan fee), serta ucapan doa restu interaktif dari para tamu!

Kalender Budaya & Primbon Modern

Kalkulator Weton Jodoh & Cek Hari Baik Pernikahan

Hitung kecocokan neptu pasangan secara akurat serta ketahui karakter rezeki bulan pernikahan adat Jawa, Islam, dan kalender hoki.

Weton: Jumat Kliwon (Neptu 14)

Weton: Jumat Pahing (Neptu 15)

Total Penjumlahan Neptu: 14 + 15 =
Neptu 29TINARI

Murah Rezeki, Berkah & Tidak Pernah Kekurangan

Tinari melambangkan kemakmuran pangan dan sandang. Pasangan ini dipercaya senantiasa menemukan jalan keluar saat menghadapi kesulitan dan disenangi banyak orang.

Nasihat Rumah Tangga

Bagus untuk memulai usaha atau bisnis bersama pasangan setelah menikah.

Saran Hari Akad Nikah

Dianjurkan akad nikah di hari Minggu Kliwon atau Senin Pahing

Siap Mengikat Janji Suci Pernikahan?

Buat undangan digital adat Jawa atau modern gratis di Give Luve.

Buat Undangan Sekarang
Mulai dengan Give Luve

Buat Wishlist Kado & Undangan Digital Anda

100% Gratis, transfer langsung ke rekening pribadi, tanpa potongan fee.

Buat Sekarang Gratis
Tim Editorial Give Luve

Tim Editorial Give Luve

Islamic Studies & Family Values Specialist

Tim spesialis kurasi pernikahan, etika finansial, dan tradisi perayaan modern di Give Luve. Berkomitmen menghadirkan panduan terpercaya, praktis, dan terverifikasi untuk calon pengantin dan keluarga.

Konten TerverifikasiGive Luve Editorial Board
Topik Terkait:#bulan baik menikah islam#menikah di bulan syawal#hukum nikah bulan suro#mitos pantangan menikah suro
Rekomendasi Bacaan

Artikel Terkait Lainnya

Lihat Semua